Sabtu, 25 Desember 2010

Gajah Mada

Gajah Mada

Pada bagian awal KGM, sebuah manggala yang ditujukan kepada Bhattara Dhatra (Brahma). Diceritakan kehidupan pandita suami istri bernama Sura Dharma dan Nari Ratih yang tinggal di wilayah Wilatikta yang berguru kepada pandita Hangga Runti. Kedua siswa pandita ini diwisudha untuk mengikuti disiplin sebagai Sewala Brahmacari. Ketika Pandita Sura Dharma pergi meninggalkan pertapan untuk mengambil air minum, saat itu datang Dewa Brahma yang menyamar menyerupai wujud Pandita Sura Dharma yang merayu dan memperkosa Pandita Nari. Kegagalan suami istri untuk melaksanakan disiplin Sewala Brahmacari mengakibatkan kekecewaan yang mendalam kedua suami istri tersebut yang mengakibatkan Pandita Nari Ratih hamil besar. Kemudian mereka berdua mengembara melakukan penyucian diri dan perjalanannya memasuki Desa Mada. Di depan pelataran (babaturan) sebuah pura tempat memuja Dewa Siwa dengan saktinya Dewi Durga dan Gangga di desa ini Nari Ratih melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu ditinggalkan di pura tersebut, dan Pandita Sura Dharma dan istrinya kemudian mencapai kesempurnaan/nirwana.

Seperti ada kekuatan yang menarik kepala Desa Mada untuk menuju lokasi bayi laki-laki yang ditinggalkan oleh Pandita Sura Dharma dan istrinya yang tampak malam itu menyala bagaikan api yang membakar pura Dewa Siwa tersebut. Kemudian bayi itu dipungut dan dijadikan anak angkat yang kemudian anak itu menunjukkan sopan santun , mempesona dan menimbulkan simpati yang mendalam dan anak itu diberi nama Pipil Mada . Setelah anak itu remaja, ia diijinkan mengembalakan lembu. Ia bersama teman-teman sebayanya mengembalakan lembu di padang Kumalawati, di tepi sungai yang airnya deras dan jernih. Di tepi tempat pengembalaan itu terdapat sebuah candi, yang indah dengan taman bunga yang sedang mekar berbunga. Pipil Mada mengajak teman-temannya untuk membuka sebidang tanah yang luas dan membukanya menjadi tanah pertanian . Tanah yang dijadikan ladang tersebut bernama tegal Trik, dan karena kemampuan Pipil Mada, tanah tersebut diubah menjadi tanah pertanian yang subur yang dibagi-bagi kepada para gembala . Tanah yang tadinya kering dan tidak subur diubah menjadi tanah pertanian yang subur, penuh dengan aneka tanaman umbi-umbian dan buah-buahan. Demikian pula aneka bunga tumbuh berkembang banyak orang yang kagum menyaksikan perubahan yang luar biasa tersebut .

Atas keberhasilan tanah pertanian tersebut. Pipil Mada bersama para gembala berniat mempersembahkan hasil pertaniannya itu kepada raja Majapahit. Pipil Mada memimpin rombongan yang jumlahnya sampai seribu orang . Segera tiba di balairung keraton . Mereka diterima oleh perdana menteri (mahapatih) dengan senang hati yang keheranan terhadap kemampuan anak-anak gembala tersebut. Sang mahapatih kemudian meninjau tanah ladang yang subur tersebut . Sang mahapatih melakukan berbagai ujian terhadap sikap dan mental para gembala di ladang tersebut antara lain berupa dijatuhkannya sebuah palu mas dan uang perak yang ditinggalkan di ladang. Pipil Mada kemudian menunjukan integritasnya dengan menghaturkan semua milik mahapatih itu, yang menyebabkan pemilik harta berharga tersebut tertegun kagum . Pipil Mada sangat tekun sembahyang dan melakukan meditasi yang dilakukannya sejak masa kanak-kanak. Tiga hari kemudian mereka memimpin kembali para gembala ternak itu menghaturkan hasil bumi ke istana Majapahit . Cukup lama para gembala diterima di istana, dan mereka diuji untuk menangkap ikan dan Pipil Mada menunjukkan kemampuannya yang luar biasa yang pertama datang menghadap dengan ikan yang sangat banyak.

Pipil Mada sendiri diminta untuk tetap tinggal di istana mahapatih. Pipil Mada menunjukan kemampuan dirinya yang luar biasa dan menyenangkan. Diceritakan disebuh pertapaan terjadi keributan akibat Banasakti, makhluk siluman yang pura-pura menjadi murid pandita tersebut. Pada saat pandita guru pergi mandi, tiba-tiba makhluk siluman itu berubah wujud menjadi pandita guru yang penampilannya sama seperti pandita yang asli. Kedua pandita itu merebut istri pandita asli. Pertikaian dua pandita itu sampai terdengar ke istana sang mahapatih. Pipil Mada menyampaikan saran kepada mahapatih dengan menguji mereka di istana dengan cara mengangkat besi yang berat . Tipu daya yang disampaikan Pipil Mada itu berhasil, ternyata pandita yang palsu adalah pandita sanggup memikul besi yang berat tersebut, dan pandita palsu tersebut mati dibunuh, Mahapatih sangat senang kepada Pipil Mada yang disebutnya sangat arif dan mampu menyelamatkan dirinya, kemudian dinikahkan dengan putrinya, Dyah Bebed.

Pipil Mada di istana mahapatih menunjukan dirinya sebagai Dewa Asmara yang kemudian mahapatih menyerahkan kekuasaannya kepada Pipil Mada sebagai dirinya. Pipil Mada memasukan dewa-dewa kahyangan dalam tubuhnya. Mertua Pipil Mada menasehati anak dan menantunya, menjadi putri yang setia mengikuti teladan Putri Madawi, putri Maharaja Jayati dan Pipil Mada mengikuti jejak Pandita Golawa yang sangat bakti kepada gurunya Wiswamitra. Dapat memberi perlindungan seperti Sang Garuda . Raja Kala Gemet menyetujui pengunduran ayah Dyah Bebed sebagai mahapatih dan menunjuk Gajah Mada sebagai mahapatih Kerajaan Majapahit (Wilatikta). Ketika Gajah Mada menjabat sebagai mahapatih, seluruh raja (bawahan) tunduk kepada Majapahit, negara makmur dan sejahtra .

Dhang Hyang Kepakisan memerintah di Majalangu (lukisan keindahan pemandangan). Kelahiran dua anak, pria dan wanita, dari batu yang dipuja yang merupakan penjelmaan dari pandita Sura Dharma dan istrinya . Anak itu dinamai Sri Kapakisan oleh Gajah Mada. Kemudian Sri Kapakisan mempunyai empat orang putra, tiga laki-laki dan satu wanita. Raja Kala Gemet wafat meninggalkan dua putri . Sri Kresna Kapakisan menjadi raja Majapahit; Gajah Mada menjadi mahapatihnya .


Daftar Pustaka

Atlekar, G. S. 1987. Studies on Valmiki Ramayana. Poona, India: Bhandarkar Oriental Research Institute.
Cika, I Wayan.2006. Kakawin Sabha Parwa, Analisis Filologis. Denpasar: Pustaka Larasan.
Dana, I Nengah. 2005. Kompilasi Dokumen Literer 45 Tahun Parisada. Jakarta: Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat.
Dutt, M. N. 2001. The Mahabharata, Edited by Ishvar Chandra Sharma and O.N. Bimali, Vols. I-IX, Sankrit Teks and English Translation. New Delhi: Parimal Publications.
Dvivedi, K.D. 1990. The Essennce of the Vedas. Gyanpur, Varanasi: Vishva Bharati Research Institute.
Kane, P.V.1975. History of Dharmasastra Vols. 1 – VIII, Poona India: Bandarkar Oriental Series.
Partini Sardjono Pradotokusumo.1986. Kakawin Gajah Mada. (Sebuah Karya Sastra Kakawin Abad ke-20, Suntingan naskah serta Telaah Struktur, Tokoh dan Hubungan Antarteks). Bandung: Bina Cipta.
Pudja, G. & Sudharta, Tjokorda Rai. 2002. Manawa Dharmasastra, Weda Smrti, Kompedium Hukum Hindu. Jakarta: CV. Pelita Nursatama Lestari.
Raghuvira.1957. Sarasamuccaya: An Old Javanese Didactict Text, New Delhi, India: International Academy of Indian Culture.
Santoso, Soewito. 1980. Ramayana Kakawin. Vol.3. New Delhi, Singapore: International Academy of Indian Culture and Institute of Southeast Asian Studies.
Titib, I Made.2003. Veda, Sabda Suci: Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya: Penerbit Paramita

LANGKAH untuk menjadi PRIA IDAMAN

LANGKAH untuk menjadi PRIA IDAMAN

.

Langkah-langkah apa sih yang perlu diambil untuk menjadi Pria idaman?

gue akan kasih kalian 7 langkah, step by step dari awal hingga akhir...

Pertama,
Kebanyakan hal yang kalian tau tentang Wanita adalah SALAH. Maka, buka pikiran kalian akan HAL yang SEBENARNYA TERJADI dibalik PROSES yang membuat rasa TERTARIK atau JATUH CINTA pada seorang Wanita. (liat post-post sebelumnya)

Kedua,
Banyak wanita berkata mereka menginginkan "A" Saat kita berikan "A" dia malah minta "B". Saat kita berikan "B" dia malah bilang "A" justru lebih bagus. Nah jadi gimana dong? Banyak Pria KESULITAN memahami maunya Wanita. Jika kalian MENGERTI apa yang di-inginkan Wanita, maka kalian akan JAUH-JAUH lebih MENARIK dimata Wanita. (gue akan post tentang ini di thread. stay tune.)

Ketiga,
Kenapa orang bilang MAN are from MARS and WOMAN from VENUS? apa cowo memang dari planet mars dan cewe dari planet venus? tentu tidak! kita semua adalah makhluk BUMI. Maksudnya adalah Yang dimaksud adalah CARA BERKOMUNIKASI Pria dan Wanita berbeda. Pria berkomunikasi secara langsung dan 80% menggunakan LOGIKA, sedangkan Wanita berkomunikasi secara tidak langsung, menggunakan banyak isyarat dan makna serta menggunakan 80% EMOSI. Jangan pernah salah dalam berkomunikasi dengan Wanita. Perang antar negara saja BISA terjadi jika ada MISS KOMUNIKASI. Apalagi soal Wanita yang jelas-jelas dari "VENUS".

Keempat,
Tentukan DENGAN JELAS TIPE WANITA yang kalian inginkan. Kebanyakan Pria clueless tentang Wanita pilihannya. Mereka selalu bilang pokoknya yang Cantik... Nah itu kurang spesifik dan harus lebih spesifik lagi, contohnya: Saya suka Wanita campuran eropa dan indonesia, cantik, tinggi 165, sexy, pintar, pengertian dan perhatian. Jika sudah jelas mencari Wanita yang SEPERTI APA, kini saatnya MEMPELAJARI MEREKA karena Tipe Wanita itu berbeda satu sama lain. Pelajari jalan pikiran mereka (secara emosi tentunya), budaya mereka (supaya anda tau mengambil hati orang dilingkungannya), cara mereka berkomunikasi, dan apa yang mereka inginkan. Dengan melakukan ini, maka anda akan lebih ter-arah... istilah marketingnya targeting your market. (ada di post 7 HAL Tipe Cewe)

kelima,
Bentuk diri anda menjadi Karakter Idaman Wanita.

keenam,
NAH ini YANG SELALU DIMINTA! yaitu TEKNIK/ACTION APA YANG HARUS DILAKUKAN!... gue akan post banyak teknik disini... dan please share kalo kalian juga ada teknik bagus.

ketujuh,
Setelah kalian tau semua TEORI dan TEKNIK nya, maka jadikan semua ini menjadi bagian diri kalian dengan ber-INOVASI agar Kalian dapat membuat TEKNIK KALIAN SENDIRI berdasarkan semua pengetahuan yang sudah kalian miliki. Secara otomatis kalian akan menjadi PRIA IDAMAN.

HATI-HATI... JANGAN MEMBUAT KESALAHAN FATAL!

Banyak Pria TERBALIK melakukan langkah ini... Khususnya bagi mereka yang menganggap dirinya LEBIH PINTAR dari orang lain...

Jadi yang seharusnya: TEORI DASAR --> MEMAHAMI WANITA --> CARA BERKOMUNIKASI --> MENENTUKAN dan MEMPELAJARI TIPE --> MEMBENTUK KARAKTER --> TEKNIK --> INOVASI

menjadi terbalik, yaitu:

INOVASI DULU
(karena mereka merasa pintar dan bisa mempunyai ide lebih cemerlang)

tapi selalu gagal, akhirnya,

mereka mencari TEKNIK supaya CEPAT BISA Tanpa peduli dengan TEORI DASAR yang justru sangat penting untuk membentuk PEMIKIRAN MEREKA.

mereka mencoba teknik dan gagal, karena mereka tidak mengerti TEORINYA dulu, akhirnya,

mereka coba MEMBENTUK KARAKTER yang akhirnya juga sia-sia karena mereka TIDAK TAU karakternya seperti apa. mereka hanya asal ambil yang menurut mereka JAGO soal CEWE, contohnya tokoh-tokoh PRIA IDAMAN di sinetron ABG. Makanya banyak COWO sok COOL tapi jatohnya jadi ANEH...

akhirnya mereka MENENTUKAN TIPE cewe yang kira-kira DIBAWAH STANDAR mereka supaya mereka merasa YAKIN bahwa cewe itu bisa SUKA sama mereka... Sayang, padahal mereka bisa dapat cewe mana saja yang mereka mau.

tapi toh gagal juga...

akhirnya mereka mencoba untuk MEMAHAMI WANITA tapi TIDAK DAPAT MEMAHAMINYA, karena mereka tidak tau TEORI DASARNYA dan terus berfikir secara LOGIKA sedangkan wanita secara EMOSI.

Pada akhirnya mereka barulah mempelajari TEORI DASARNYA dan mereka TIDAK DAPAT MENERIMANYA, karena mereka menganggap diri mereka lebih PINTAR dan LEBIH BISA BER-TEORI...

hasilnya? mereka tidak dapat memiliki Wanita idaman mereka dan menyalahkan TAKDIR mereka sendiri.

bro... jangan jadi orang seperti itu...
Menjadi PRIA IDAMAN itu butuh Waktu... belajarlah secara step-by-step dan kalian akan MERASAKAN HASIL yang MAKSIMAL.

xRoN

Kisah Sukses Seorang Wirausahawan Sosial

Kisah Sukses Seorang Wirausahawan Sosial

Oleh: ST SULARTO

Peringatan 70 tahun usia Bambang Ismawan, lahir 7 Maret 1938, ditandai dengan terbitnya dua buku. Buku pertama berjudul Bambang Ismawan Bersama Wong Cilik dan buku kedua Mazmur Ismawan.

Delapan puluh dari 284 halaman buku pertama berisi perjalanan hidup Bambang Ismawan, lengkapnya Fransiskus Xaverius Bambang Ismawan, mulai dari desa kelahirannya di Babat, Lamongan, Jawa Timur, sampai di Jakarta, tepatnya di Cimanggis, Jawa Barat; sisanya sekitar 200 halaman berisi komentar-komentar teman, kolega, dan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan Bambang Ismawan atau Bina Swadaya, yayasan yang menaungi berbagai usaha Bambang Ismawan bersama sejumlah kerabatnya.


Adapun buku kedua berisi napak tilas jejak langkah Bambang Ismawan, sebuah perjalanan retret bersama istri, Sylvia Ismawan, dan sejumlah teman dekat selama tujuh hari, menziarahi berbagai tempat di Jawa, dari Babat sampai Cimanggis. Kedua buku terangkai sebagai kisah sukses seorang wirausahawan sosial Bambang Ismawan.

Nama Bambang Ismawan tak bisa dipisahkan dengan Yayasan Bina Swadaya, sebuah yayasan yang semula bernama Yayasan Sosial Tani Membangun, didirikan bersama I Sayogo dan Ir Suradiman tahun 1967. Komitmen dan perhatiannya pada pemberdayaan masyarakat kecil (wong cilik) sudah terlihat sejak menjadi mahasiswa FE UGM—yang tidak mau menjadi pengusaha seperti umumnya alumni fakultas ekonomi pada masa itu—membawa Bambang Ismawan terlibat dalam kegiatan alternatif pemerintah yang dulu dikenal sebagai organisasi nonpemerintah (ornop), nongovernment organization (NGO), tetapi kemudian dia introdusir nama lembaga swadaya masyarakat (LSM), sebuah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang kemudian dipakai sebutan umum segala kegiatan yang tidak berasal dari pemerintah, baik yang memfokuskan kegiatan advokasi maupun aksi langsung.

Bambang Ismawan bersama Bina Swadaya dikenal sebagai pelopor gerakan LSM yang berusaha mandiri, tidak tergantung dari bantuan, lewat berbagai usaha—dalam buku kedua disebutkan sebagai LSM terbesar di Asia Tenggara—karena itu pernah disindir sebagai membisniskan kemiskinan pada era tahun 1980-an. Namun, pada satu dekade kemudian, Bambang membuktikan langkah yang dia lakukan selama ini tidak keluar dari jalur pemberdayaan.

Koperasi yang dirintis awal kegiatan Bina Swadaya membuktikan masyarakat bisa mandiri, yaitu orang memperoleh kepastian atas hak miliknya, yang sejalan dengan pemikiran sosiolog Hernando de Soto, yaitu kepastian hak milik dipenuhi antara lain lewat sertifikasi tanah. Dalam konteks kemudian, mengaku berkali-kali bertemu pemenang Nobel dari Bangladesh, Muhamad Yunus, apa yang dilakukannya dalam menggerakkan swadaya masyarakat adalah mengadvokasi dan memberikan semangat bekerja pada masyarakat.

Bina Swadaya yang dirintis dan dikembangkannya saat ini dari sisi sebuah usaha dengan omzet Rp 20 miliar, 900 karyawan tetap, melayani secara langsung 100.000 keluarga miskin. Pusdiklat di Cimanggis sudah melatih sekitar 7.000 pimpinan LSM pengelola pemberdayaan masyarakat, penerbitan majalah luks pertanian Trubus yang terbit pertama tahun 1969 kini dengan oplah 70.000 eksemplar, penerbitan buku-buku pertanian sejak 25 tahun lalu disusul buku-buku kesehatan, keterampilan, dan bahasa, 12 toko pertanian di Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Bina Swadaya tidak lagi sebuah LSM yang kegiatannya mengandalkan dana pihak ketiga. Dalam usia 70 tahun, setelah 40 tahun lebih menangani Bina Swadaya sebagai Ketua Pengurus, resmi Bambang menyerahkan tongkat kepemimpinan pada Nico Krisnanto, mantan bankir yang sudah beberapa tahun belakangan ini magang di Bina Swadaya.


Tiga jalur

Dalam rencana kerja 10 tahun yang akan datang, Bina Swadaya ingin menjadi LSM yang besar dengan karyawan 5.000 orang pada tahun 2015 (buku pertama, hal 46), dengan tetap berpijak pada roh dan semangat awal, yakni pemberdayaan wong cilik. Sebutan macam-macam, akhirnya tepat yang dirumuskan untuk sosok Bambang Ismawan oleh Harry Tjan Silalahi, ”menolong wong cilik bukan karena merasa sebagai orang besar” (buku pertama, hal 25), menurut Frans Magnis Suseno SJ, ”berusaha di tingkat akar rumputbukan bagi masyarakat, melainkan bersama masyarakat untuk memperbaiki kehidupan mereka” (buku pertama, hal 111).

Menurut Bambang, untuk memberdayakan masyarakat dibutuhkan tiga jalur sebagai pegangan kerjanya selama lebih dari 40 tahun (buku pertama, hal 22-23). Jalur pertama lewat pengembangan kelembagaan. Lewat koperasi berbasis komunitas Bina Swadaya mendampingi lebih dari 20 juta keluarga bekerja sama dengan sejumlah lembaga. Lewat jalur ini koperasi yang digagas pertama kali oleh Bung Hatta sebagai usaha pemberdayaan masyarakat tetapi terperosok berhadapan dengan pengembangan ekonomi yang bermotif utama keuntungan margin, oleh Bina Swadaya dibuktikan sebagai lembaga yang tepat bagi pemberdayaan masyarakat.

Jalur kedua lewat jalur pengembangan ekonomi mikro. Menabung, kebajikan yang mungkin aneh di zaman konsumeristis sebagai penggerak roda ekonomi sekarang, oleh Bambang Ismawan dihidupkan sebagai jalur kedua pemberdayaan.

Dia beri contoh, di Cisalak para bakul harus membayar bunga 20 persen per bulan, di Muara Karang nelayan didera 50 persen bunga. Mengapa? Karena mereka tidak biasa menabung, tidak menyisihkan sebagian pendapatannya untuk disimpan. Yang perlu adalah pengubahan paradigma tentang sikap mengenai uang, lebih jauh tentang sikap hidup.

Bina Swadaya sejak tahun 1970-an mendorong masyarakat rajin menabung. Untuk usaha ini disalurkan kredit mikro bagi lebih dari sejuta orang di berbagai kota, dan tengah mengadopsi sistem Association for Social Advancement (ASA) yang dikembangkan Muhamad Yunus dari Bangladesh lewat Grameen Bank.

Jalur ketiga lewat promosi produk unggulan. Lewat majalah Trubus sudah diperkenalkan paling sedikit 19 produk unggulan yang mengangkat taraf hidup rakyat. Ada agroekspo, pengembangan burung walet, virgin coconut oil, anthurium, lobster air tawar, buah merah, sarang semut, dan lain-lain yang berdampak pada tumbuhnya lebih dari 4.000 industri agrobisnis.

Menurut Bambang, jalur tersulit dari tiga jalur itu adalah jalur kedua. Ada gesekan dan konflik kepentingan. Beberapa orang menyatakan tidak sanggup mengubah peran dari pendamping menjadi tukang tagih yang harus menjamin pengembalian pinjaman, sampai terjadi seorang direktur memperkarakan pengurus yayasan; suatu pekerjaan sulit sebab mengubah paradigma berpikir yang telanjur salah kaprah, dari meminjam uang berarti siap ngemplang menjadi siap mengembalikan.

Aktivitas Bambang diawali dengan keterlibatannya dalam organisasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat kecil, terutama sejak tinggal di Asrama Realino Yogyakarta dengan tempaan pemahaman tentang politik oleh Pastor Beek SJ. Adapun tempaan dan komitmen pada rakyat kecil dia belajar dan memperoleh penguatan dari Pastor John Dijkstra SJ, untuk masalah keuangan dari Pastor Christian Melchers SJ. Ketiga sosok itulah yang membentuk Bambang Ismawan sebagai seorang social entrepeneur yang tidak bergantung pada pihak ketiga, tetapi melakukannya secara berkelanjutan karena mampu berkembangberdasarkan penghasilan yang diperoleh dari pelayanan itu sendiri (buku pertama, hal 32-33).

Ada kesamaan antara wirausaha dan wirausaha sosial, yakni sama-sama mencari uang. Perbedaannya, wirausaha bertujuan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham, wirausaha sosial bertujuan meningkatkan nilai kesejahteraan anggota masyarakat yang menjadi target pelayanannya. Sosok Bambang Ismawan teringkas dalam kedua buku itu. Dialah seorang wirausahawan sosial dengan payung Bina Swadaya sebagai LSM. Bina Swadaya melakukan kegiatan bisnis untuk mendapatkan keuntungan dan keuntungan itu untuk memberdayakan masyarakat (buku pertama, hal 33).


Rumah tanpa pagar

Sebagai wirausahawan sosial, Bambang mencita-citakan masyarakat Indonesia simbolis sebuah rumah tanpa pagar, rumah tanpa palang dengan halaman yang sama. Dalam kisah perjuangan menegakkan keadilan dan mempresentasikan hak-hak rakyat, tidak akan dijumpai cara-cara kekerasan seperti turun ke jalan atau teriak demo ”mendampingi wong cilik” atau ”memberdayakan masyarakat akar rumput”. Lewal Bina Swadaya ia turun ke lapangan, tidak secara fisik menjadi petani, menjadi bankir, atau menjadi tukang becak. Ia menggerakkan sarana dan ajakan agar masyarakat sendiri berubah sehingga bukankah itu cita-cita dan cara kerja yang seharusnya diambil oleh para penggiat masyarakat: mengubah paradigma cara berpikir dan memberikan sarana untuk itu.


Sebagai persembahan ulang tahun, kedua buku ini nyaris tidak banyak beda dalam hal mendudukkan sosok Bambang Ismawan.

Sebagian besar halaman buku pertama diisi oleh komentar dan tanggapan orang lain. Buku kedua berisi perjalanan napas tilas, sekaligus melukiskan bagaimana refleksi selama perjalanan disampaikan oleh Bambang yang kemudian direkam apik oleh Eka Budianta. Buku kedua melengkapi, memberikan kidung pujian (mazmur) untuk sepak terjang Bambang Ismawan selama 70 tahun, 44 tahun di antaranya dalam Bina Swadaya. Untuk itu buku pertama dan kedua harus dibaca bersama-sama, keduanya saling melengkapi. Begitu dibaca bersama, akan kelihatan banyak kisah dan pernyataan yang diulang-ulang, tumpang tindih, baik dalambuku pertama sendiri maupun dalam buku pertama dan kedua sekaligus.

Masih ada cita-cita Bambang yang belum terpenuhi, di antaranya ingin mendirikan koperasi yang benar-benar koperasi untuk rakyat kecil termasuk di dalamnya kegiatan simpan pinjam. Koperasi merupakan sarana masyarakat untuk mandiri, terlihat besarnya peranan gugus-gusus wilayah (guswil) yang berada di lapangan, apalagi guswil-guswil itu akan diubah menjadi koperasi. Koperasi yang dibayangkan tidak sekadar koperasi simpan pinjam, tetapi koperasi dalam layanan menyimpan, meminjam dan konsultasi (jasa pengembangan proyek), dan pengembangan masyarakat.

Jalan panjang melanjutkan cita-cita masih terbentang, seperti dikritik F Rahardi menyangkut bagaimana menjadikan guswil-guswil itu benar-benar menjadi tumpuan harapan rakyat dengan contoh kasus aktual masalah rawan pangan.

Kata - kata Motivasi

Kata -kata Motivasi oleh Ilmuwan

Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebih-lebihan.

- Thales -

Setelah menua, Thales ditanya tentang keadaannya. Dia menjawab, “Beginilah, aku mati secara perlahan-lahan.”

Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.

- Pythagoras -

Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, “Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.”

Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.

- Pythagoras -

Janganlah sekali-sekali engkau mempercayai kasih sayang yang datang tiba-tiba, karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba juga.

- Pythagoras -

Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.

- Pythagoras -

Jangan membanggakan apa yang telah engkau lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan diberikan hari esok.

Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata nista.

- Sokrates -

Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.

- Sokrates -

Bertutur-katalah yang baik atau lebih baik diam.

- Muhammad (salla-Allahu’alayhi was salaam) -

Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik jiwamu karena telah menginginkannya.

- Sokrates -

Siapa orang yang paling rendah derajatnya? Sokrates menjawab, “Orang yang tidak percaya pada siapa pun dan tidak dipercaya oleh siapa pun.” Dan siapakah orang yang paling nista? Sokrates menjawab,”Orang yang dimintai maaf tapi tidak mau memaafkan.”

Jika orang yang tidak tahu tidak berbicara, maka perselisihan pasti hilang.

- Sokrates -